Di pusat pusaran ini berdiri Chansu, seorang Kapten Inkuisisi yang mewarisi lebih dari sekadar bakat berpedang; ia mewarisi kutukan darah. Tugasnya adalah menegakkan hukum di kerajaan yang korup, namun ironi terbesar dalam hidupnya adalah keharusan untuk bersekutu dengan satu-satunya orang yang ingin ia lupakan: Mantis.
Mantis bukan sekadar ibu. Dia adalah legenda kelam, seorang pembunuh berantai yang 'membersihkan' kota dengan caranya sendiri yang brutal, kini terbelenggu di penjara bawah tanah terdalam