Di balik layar kehidupan yang serba cepat, ada suara-suara sunyi dari hati remaja yang jarang terdengar.
Melalui buku ini, Qaishar Kamaruzzaman, siswa SMA Labschool Banda Aceh, menulis dengan kejujuran yang segar dan menyentuh. Ia bercerita tentang sahabat yang perlahan menjauh, rasa yang tak sempat diungkap, tekanan sekolah, hingga hubungan dengan orang tua yang penuh salah paham.
Dengan gaya yang lembut dan reflektif, Qaishar mengajak pembaca untuk melihat kembali masa remaja—masa di mana kita belajar kehilangan, memahami harapan, dan tumbuh tanpa menyadarinya.
"Catatan Sunyi Seorang Remaja" bukan sekadar buku, tapi cermin jiwa generasi muda yang tumbuh di tengah dunia digital dan ekspektasi tanpa henti.
Di setiap halamannya, pembaca akan menemukan diri sendiri: antara rindu yang belum sempat diucap dan keberanian untuk mulai memahami hidup.