Datu Luwu mempunyai seorang putri yang cantik jelita dan juga baik. Namanya Putri Tandampalik. Berita kecantikan dan perilaku baiknya tersebar sampai ke berbagai negeri di Sulawesi Selatan. Pada suatu hari, Raja Bone ingin menikahkan putranya dengan Putri Tandampalik, la pun mengutus beberapa pengawal istana ke Kerajaan Luwu untuk melamar sang Putri. Tiba-tiba negeri Luwu geger. Putri Tandampalik terserang penyakit kusta. Sekujur tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang berbau anyir dan sangat menjijikan. Para tabib istana mengatakan bahwa Putri Tandampalik terserang penyakit menular yang sangat berbahaya.
Berita tentang musibah yang menimpa sang Putri sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Rakyat negeri Luwu sangat bersedih atas penyakit yang diderita oleh sang Putri yang mereka cintai itu. Setelah berpikir dan menimbang nimbang. Datu Luwu memutuskan untuk mengasingkan putrinya ke suatu tempat yang Jauh. Ia khawatir penyakit putrinya akan menular ke seluruh rakyatnya. Datu Luwu terpaksa harus berpisah dengan putri yang sangat dicintainya itu. Berangkatlah sang Putri dengan perahu bersama beberapa pengawal istana.