Apa yang akan kamu lakukan jika kamu bisa mencuri keberuntungan orang lain untuk menyelamatkan orang yang kamu cintai?
Arya Wicaksono hanya ingin menyelamatkan adiknya yang sekarat. Tapi kemampuan supernatural yang ia temukan setelah kecelakaan motor mengubah segalanya—ia bisa memindahkan keberuntungan orang lain ke dirinya sendiri dengan satu sentuhan.
Dalam semalam, ia bisa kaya.
Dalam seminggu, ia bisa menyelamatkan Dinda.
Tapi harganya... lima orang mati karena bunuh diri.
Ketika jaringan pemindah keberuntungan yang dipimpin oleh Victor Suranto mencoba merekrutnya, Arya harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan adiknya, atau tetap menjadi manusia yang baik sambil membiarkan Dinda mati.
"Kamu benar-benar monster," kata Rendra—sahabat yang ia khianati.
"Aku mencintaimu meskipun aku tahu siapa kamu sebenarnya," kata Maya—jurnalis yang menyelidikinya.
"Lepaskan aku, Kak. Jangan jadi monster lagi untuk aku," kata Dinda—adik yang tidak tahu harga yang dibayar untuk hidupnya.
Urban fantasy gelap berlatar di suatu kota modern. Thriller psikologis tentang kekuasaan, moralitas, dan harga dari setiap pilihan yang kita buat.
Untuk pembaca yang suka:
- Anti-hero dengan dilema moral kompleks
- Urban fantasy dengan konsekuensi nyata
- Cerita tentang penebusan yang tidak sempurna
Peringatan: Novel ini mengandung tema dewasa termasuk referensi bunuh diri, dilema moral yang intens, dan konflik emosional yang kompleks. Direkomendasikan untuk pembaca 17+
"Keberuntungan bukan hadiah. Ia adalah hutang yang harus dibayar. Dan harga yang diminta seringkali lebih mahal dari yang kita bayangkan."